info-image
Bagaimana Emosi Dapat Mempengaruhi Jantung dan Kesehatan?

Posted 12 Januari 2024 by Cinta

Emosi, termasuk rasa marah, merupakan bagian alami dari kehidupan sehari-hari. Namun, apa yang sering diabaikan adalah dampak negatif yang dapat timbul ketika marah berlebihan dan tidak terkendali. Artikel ini akan membahas risiko kesehatan terkait marah yang berlebihan, terutama terkait dengan peningkatan risiko serangan jantung, serta penjelasan ilmiah di balik fenomena ini.

 

Peningkatan Risiko Serangan Jantung
Ketika seseorang mengalami marah atau emosi yang intens, tubuh merespons dengan melepaskan hormon stres, seperti adrenalin dan kortisol, ke dalam sistem sirkulasi. Respons ini dapat memicu beberapa perubahan fisik, termasuk peningkatan detak jantung, pernapasan cepat, dan kenaikan tekanan darah.

 

Mekanisme Kesehatan saat Marah
1. Peningkatan Detak Jantung: Hormon adrenalin dapat merangsang jantung untuk berdetak lebih cepat, meningkatkan suplai darah dan oksigen ke otot-otot tubuh.

2. Peningkatan Pernapasan: Kortisol mempengaruhi pernapasan, membuatnya menjadi lebih cepat dan dangkal, meningkatkan pasokan oksigen ke tubuh.

3. Kenaikan Tekanan Darah: Adrenalin dan kortisol bekerja bersama-sama untuk meningkatkan tekanan darah, yang dapat berdampak pada sistem kardiovaskular.

 

Risiko Kesehatan Jantung
1. Penebalan Dinding Arteri: Peningkatan tekanan darah dapat menyebabkan kerusakan pada dinding arteri dan memicu penebalan, meningkatkan risiko aterosklerosis.

2. Pembekuan Pembuluh Darah: Marah yang kronis dapat meningkatkan kemungkinan pembekuan darah, yang dapat menyumbat aliran darah ke jantung atau otak.

3. Risiko Serangan Jantung: Jika kondisi ini berlanjut, risiko serangan jantung dapat meningkat karena beban kerja yang berlebihan pada jantung.

 

Mengelola Emosi untuk Kesehatan Jantung yang Lebih Baik
1. Teknik Relaksasi: Praktik meditasi, yoga, atau pernapasan dalam dapat membantu menurunkan tingkat stres dan mengelola emosi.

2. Aktivitas Fisik: Berolahraga secara teratur dapat membantu mengurangi ketegangan emosional dan meningkatkan kesehatan jantung secara keseluruhan.

3. Komunikasi Efektif: Belajar berkomunikasi dengan baik dapat membantu mengurangi konflik yang mungkin memicu emosi negatif.

 

Sumber

https://www.heart.org/

Sumber Gambar: Okezone Health

Meditrans
Posted Cinta

Selamat datang di Meditrans. Sebuah perusahaan kesehatan yang kami dirikan sejak 2012 di Surabaya yang sampai saat ini masih terus mengembangkan dirinya. Bersama tim yang berpengalaman di bidangnya, sejak awal dikembangkan, Meditrans telah melayani banyak rumah sakit dalam hal kebutuhan layanan kesehatan.