Posted 13 April 2026 by Bintang
Dalam intervensi koroner perkutan (PCI), menghadapi lesi kompleks terutama yang disertai kalsifikasi berat—ibarat menavigasi jalur yang penuh hambatan tersembunyi. Pendekatan konvensional terkadang belum cukup untuk memberikan visualisasi yang memadai. Di sinilah Optical Coherence Tomography (OCT) mengambil peran sebagai “mata” bagi dokter jantung untuk mencapai presisi maksimal.
Lesi kalsifikasi sering kali menjadi batu sandungan dalam keberhasilan pemasangan stent. Tanpa pencitraan yang detail, risiko seperti stent underexpansion atau malposisi menjadi lebih tinggi, yang pada akhirnya dapat memicu komplikasi jangka panjang seperti trombosis stent.
Penggunaan teknologi pencitraan intravaskular, seperti yang telah diimplementasikan di berbagai rumah sakit terkemuka di Jakarta dan Cirebon, membuktikan bahwa data yang akurat sebelum dan sesudah tindakan sangat menentukan hasil klinis pasien.
Berbeda dengan angiografi standar, OCT menawarkan resolusi tinggi hingga skala mikron. Berikut adalah tiga poin krusial di mana OCT memberikan keunggulan:

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, OCT Cornaris™️ P80-E hadir sebagai solusi teknologi mutakhir. Alat ini dirancang untuk memberikan kemudahan bagi klinisi dalam mengambil keputusan di meja tindakan secara cepat dan akurat. Visualisasi 3D yang dihasilkan memungkinkan evaluasi menyeluruh terhadap lesi kompleks yang sebelumnya sulit diprediksi.
Teknologi pencitraan intravaskular bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan dalam prosedur PCI modern. Dengan panduan OCT, tingkat keberhasilan prosedur pada lesi koroner kompleks dapat ditingkatkan secara signifikan, memberikan rasa aman baik bagi praktisi maupun pasien.
Optimalkan Layanan Cath Lab Anda Sekarang
Apakah rumah sakit atau pusat layanan kesehatan Anda siap untuk meningkatkan standar perawatan jantung dengan teknologi OCT terbaru? Dapatkan informasi mendalam mengenai OCT Cornaris™️ P80-E dan bagaimana kami dapat mendukung fasilitas Anda.