Posted 23 Februari 2026 by Bintang
Lesi koroner terkalsifikasi merupakan tantangan besar dalam intervensi koroner perkutan (percutaneous coronary intervention / PCI), terutama pada pasien diabetes melitus (DM). Kalsifikasi menyebabkan pembuluh darah menjadi kaku, sulit diekspansi, dan meningkatkan risiko ekspansi stent yang tidak optimal. Dalam konteks ini, teknologi Intravascular Lithotripsy (IVL) hadir sebagai strategi plaque modification yang semakin banyak digunakan. Namun, pertanyaan klinis penting tetap muncul: apakah IVL aman dan efektif pada populasi pasien diabetes yang dikenal memiliki karakteristik penyakit lebih kompleks?
Artikel ini membahas secara komprehensif aspek ilmiah dan klinis penggunaan IVL pada pasien diabetes berdasarkan bukti terkini dari jurnal internasional bereputasi.
Pasien diabetes memiliki risiko dua hingga empat kali lebih tinggi mengalami penyakit arteri koroner (CAD) dibanding populasi non-diabetes (Beckman et al., 2002). Secara morfologis, CAD pada pasien DM sering ditandai oleh:
Kalsifikasi berat berhubungan dengan:
Karena itu, strategi persiapan lesi sebelum stenting menjadi langkah krusial dalam menentukan keberhasilan jangka panjang (Neumann et al., 2019).
Intravascular Lithotripsy (IVL) adalah teknologi modifikasi plak yang menggunakan gelombang kejut akustik berenergi rendah untuk memecah kalsium di dinding arteri koroner. Sistem IVL terdiri dari balon semi-compliant yang mengandung emitter elektroda yang menghasilkan pulsa shockwave terkontrol.
Berbeda dengan rotasi mekanik pada rotational atherectomy, IVL bekerja dengan prinsip:
Teknologi ini pertama kali dievaluasi secara sistematis dalam studi DISRUPT CAD (Brinton et al., 2019).
Pada pasien diabetes, kalsifikasi sering melibatkan lapisan medial arteri, bukan hanya intimal. Hal ini menyebabkan kekakuan sirkumferensial dan resistensi terhadap dilatasi balon konvensional.
IVL memiliki beberapa keunggulan mekanistik:
Imaging intravaskular (OCT/IVUS) menunjukkan adanya fraktur kalsium multipel setelah IVL yang berkorelasi dengan peningkatan diameter lumen minimal (Ali et al., 2019).
Analisis subkelompok dari studi DISRUPT CAD menunjukkan bahwa sekitar 30–40% pasien yang menjalani IVL memiliki diabetes.

Temuan utama:
Dalam publikasi di The American Journal of Cardiology, outcome klinis jangka menengah antara pasien DM dan non-DM relatif sebanding setelah penggunaan IVL pada lesi terkalsifikasi (Salisbury et al., 2022).
Ini menunjukkan bahwa meskipun pasien DM memiliki kompleksitas anatomi lebih tinggi, performa IVL tetap konsisten.
Beberapa keunggulan IVL dibanding teknik modifikasi plak lain:
Secara teknis, desain balon semi-compliant (misalnya berbahan PEBA-based polymer), elektroda paralel untuk distribusi energi konsisten, serta ujung balon konikal membantu crossing pada lesi kompleks.
Meskipun menjanjikan, IVL memiliki keterbatasan:
Karena itu, pemilihan strategi harus mempertimbangkan anatomi lesi dan pengalaman operator.
| Aspek | IVL | Rotational Atherectomy | Cutting/Scoring Balloon |
|---|---|---|---|
| Mekanisme | Shockwave akustik | Abrasi mekanik | Insisi plak |
| Tekanan | Rendah | Tidak relevan | Tinggi |
| Risiko perforasi | Rendah | Lebih tinggi | Sedang |
| Embolisasi distal | Minimal | Lebih sering | Jarang |
| Kurva belajar | Relatif mudah | Lebih kompleks | Mudah |
Rotational atherectomy efektif pada lesi sangat kalsifik dan tidak dapat dilalui balon, namun memiliki risiko komplikasi lebih tinggi (Barbato et al., 2021). IVL menjadi alternatif yang lebih atraumatik pada banyak kasus.
Pada pasien DM dengan lesi:
IVL dapat menjadi strategi persiapan lesi yang membantu memastikan ekspansi stent optimal, yang merupakan determinan penting outcome jangka panjang.
Namun, keputusan tetap individual dan berbasis imaging intravaskular bila tersedia.

Lesi koroner terkalsifikasi pada pasien diabetes merupakan tantangan intervensi yang signifikan. Karakteristik seperti medial calcification, lesi panjang, dan multivessel disease meningkatkan kompleksitas prosedur PCI.
Berdasarkan bukti klinis terkini, Intravascular Lithotripsy (IVL):
Meskipun data jangka panjang masih berkembang, IVL telah menjadi salah satu strategi plaque modification yang evidence-based dan relevan secara klinis dalam menangani lesi koroner terkalsifikasi, termasuk pada populasi risiko tinggi seperti pasien diabetes.
Ali, Z. A., et al. (2019). Optical coherence tomography characterization of coronary lithoplasty. JACC: Cardiovascular Imaging, 12(10), 1955–1967.
Barbato, E., et al. (2021). European expert consensus on rotational atherectomy. EuroIntervention, 17(5), 435–446.
Beckman, J. A., et al. (2002). Diabetes and atherosclerosis. JAMA, 287(19), 2570–2581.
Brinton, T. J., et al. (2019). Feasibility of shockwave coronary intravascular lithotripsy for severe coronary artery calcification. Circulation, 139(6), 834–836.
Neumann, F. J., et al. (2019). ESC Guidelines on myocardial revascularization. European Heart Journal, 40(2), 87–165.
Salisbury, A. C., et al. (2022). Outcomes of intravascular lithotripsy in patients with and without diabetes. The American Journal of Cardiology, 169, 1–8.