Posted 17 Februari 2026 by Bintang
Presentasi terbaru dalam ajang Transcatheter Cardiovascular Therapeutics (TCT) 2025 kembali menegaskan peran krusial intravascular imaging dalam intervensi koroner. Data yang ditampilkan menunjukkan bahwa PCI dengan panduan IVUS memiliki angka mortalitas jangka panjang paling rendah dibandingkan PCI tanpa IVUS maupun CABG hingga 10 tahun follow-up.
Grafik yang dipresentasikan memperlihatkan kurva mortalitas kumulatif 10 tahun dengan tiga kelompok:
Kurva PCI-IVUS konsisten berada paling bawah, dan perbedaan semakin nyata seiring lamanya pemantauan.
Temuan ini memiliki implikasi klinis signifikan dalam praktik intervensi koroner modern.
Penyakit jantung koroner tetap menjadi penyebab kematian nomor satu secara global (WHO, 2023). Revaskularisasi miokard melalui:
telah terbukti meningkatkan kualitas hidup dan menurunkan kejadian kardiovaskular mayor pada pasien terpilih (Neumann et al., 2019).
Namun, tantangan utama PCI adalah optimalisasi hasil pemasangan stent, termasuk:
Masalah-masalah ini berkontribusi terhadap restenosis, trombosis stent, hingga kematian jangka panjang (Mintz et al., 2001).
Di sinilah peran Intravascular Ultrasound (IVUS) menjadi sangat penting.
PCI adalah prosedur minimal invasif untuk membuka arteri koroner yang menyempit menggunakan balon dan pemasangan stent.
CABG adalah prosedur bedah terbuka yang membuat jalur bypass menggunakan graft (arteri/vena) untuk melewati segmen koroner yang tersumbat.
IVUS adalah modalitas pencitraan intravaskular yang menggunakan ultrasound frekuensi tinggi dari dalam lumen pembuluh darah untuk:
Berbeda dengan angiografi yang hanya menampilkan siluet lumen dua dimensi, IVUS memberikan visualisasi cross-sectional real-time dari dinding pembuluh.

Beberapa mekanisme biologis dan teknis menjelaskan superioritas PCI dengan IVUS:
Underexpansion adalah prediktor kuat trombosis stent dan restenosis (Fujii et al., 2005). IVUS memungkinkan:
Pada lesi kompleks seperti:
IVUS membantu menentukan strategi intervensi yang tepat.
IVUS mengukur diameter eksternal vessel (external elastic membrane), bukan hanya lumen, sehingga mencegah undersizing.
Meta-analisis menunjukkan IVUS-guided PCI menurunkan:
Data TCT 2025 memperkuat bukti ini dengan follow-up hingga 10 tahun.
Berdasarkan grafik yang dipresentasikan:
| Metode | Mortalitas 10 Tahun | Tren Jangka Panjang |
|---|---|---|
| PCI + IVUS | Terendah | Stabil, divergen lebih awal |
| CABG | Intermediate | Meningkat bertahap |
| PCI tanpa IVUS | Tertinggi | Divergensi makin nyata |
Menariknya, PCI dengan IVUS menunjukkan outcome yang bahkan lebih baik dibandingkan CABG pada periode jangka panjang dalam populasi yang dianalisis.
Temuan ini sejalan dengan studi seperti:
yang menunjukkan perbaikan signifikan outcome klinis dengan panduan IVUS.
Namun, perlu diingat bahwa pemilihan antara PCI dan CABG tetap harus mempertimbangkan:
Selain IVUS, tersedia Optical Coherence Tomography (OCT).
| Aspek | IVUS | OCT |
|---|---|---|
| Resolusi | Sedang | Sangat tinggi |
| Penetrasi jaringan | Lebih dalam | Lebih superfisial |
| Evaluasi kalsifikasi | Baik | Baik |
| Kebutuhan kontras | Tidak | Ya |
OCT unggul dalam visualisasi detail mikroskopis, tetapi IVUS lebih baik untuk penilaian vessel size dan lesi berat terkalsifikasi (Prati et al., 2017).
Temuan terbaru ini memperkuat paradigma bahwa:
“Angiography-guided PCI is no longer enough in complex disease.”
Untuk kasus kompleks, penggunaan intravascular imaging seharusnya menjadi standar praktik, bukan sekadar opsional.
Beberapa guideline terbaru telah meningkatkan rekomendasi IVUS pada:
Data yang dipresentasikan pada TCT 2025 menunjukkan bahwa PCI dengan panduan IVUS memberikan angka mortalitas jangka panjang paling rendah hingga 10 tahun, bahkan dibandingkan CABG dan PCI tanpa IVUS.
Secara ilmiah, manfaat ini dijelaskan melalui:
Dengan bukti yang semakin konsisten dari berbagai uji klinis dan meta-analisis, intravascular imaging—khususnya IVUS—berkembang dari sekadar alat tambahan menjadi komponen esensial dalam intervensi koroner modern.
Integrasi IVUS dalam praktik klinis berpotensi meningkatkan keselamatan pasien dan memperbaiki outcome jangka panjang secara bermakna.
Buccheri, D., et al. (2017). Clinical outcomes following intravascular imaging-guided versus angiography-guided PCI: A meta-analysis. JACC: Cardiovascular Interventions, 10(24), 2488–2498.
Fujii, K., et al. (2005). Impact of stent underexpansion on long-term outcomes. Circulation, 111(7), 1005–1011.
Hong, S. J., et al. (2015). IVUS-guided vs angiography-guided stent implantation in long lesions (IVUS-XPL). JACC, 65(12), 1237–1246.
Mintz, G. S., et al. (2001). Intravascular ultrasound insights into mechanisms of stent failure. Circulation, 104(5), 485–491.
Neumann, F. J., et al. (2019). 2018 ESC/EACTS Guidelines on myocardial revascularization. European Heart Journal, 40(2), 87–165.
Prati, F., et al. (2017). OCT vs IVUS in coronary intervention. JACC: Cardiovascular Imaging, 10(8), 891–903.
Zhang, J., et al. (2018). Intravascular ultrasound–guided drug-eluting stent implantation (ULTIMATE trial). JACC, 72(24), 3126–3137.
World Health Organization. (2023). Cardiovascular diseases (CVDs) fact sheet. WHO.